Direktur RSUD Sultan Suriansyah Bantah Terlibat Kasus Penipuan Investasi: “Saya Tidak Kenal dan Tidak Terlibat”
Suaraswi. com
BANJARMASIN – Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr. H. Fajar Sukma Nan Agung, memberikan klarifikasi tegas dan terbuka terkait beredarnya informasi tidak benar (hoaks) di media sosial TikTok yang mencatut namanya dalam dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi, Selasa (18/8/2026).
Informasi yang beredar melalui akun @ber1taterk1ni tersebut menyebutkan nama dr. Fajar terkait perkara dugaan penipuan investasi yang melibatkan sosok bernama Dessy Emilia Saraswati di lingkungan rumah sakit. Menanggapi hal itu, dr. Fajar menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan maupun keterlibatan dalam kasus tersebut.
«“Saya tegaskan dengan tegas, saya tidak mengenal saudari Dessy Emilia Saraswati dan tidak pernah terlibat ataupun mendukung dugaan penipuan maupun penggelapan dana sebagaimana informasi yang beredar di media sosial. Itu semua tidak benar,”» tegas dr. Fajar di hadapan awak media.
Dalam penjelasannya, dr. Fajar menjelaskan bahwa persoalan tersebut bermula sejak tahun 2019, ketika seorang staf administrasi non-ASN bernama Dessy Emilia Saraswati menawarkan skema investasi kepada sesama pegawai di lingkungan RSUD Sultan Suriansyah. Sejumlah pegawai kemudian ikut berinvestasi dengan nilai yang disebut mencapai ratusan juta rupiah. Namun belakangan, investasi tersebut diduga bermasalah dan dana para pegawai tidak dapat dikembalikan.
dr. Fajar menegaskan bahwa kasus itu murni merupakan persoalan pribadi antarpegawai dan sama sekali tidak berkaitan dengan keuangan maupun kebijakan rumah sakit.
«“Ini bukan uang kas rumah sakit, melainkan permasalahan investasi antarpegawai yang terjadi secara pribadi. Jadi tidak ada kaitannya dengan keuangan, pengelolaan, maupun kebijakan RSUD Sultan Suriansyah,” ujarnya mempertegas.
Lebih lanjut, dr. Fajar juga menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai Direktur RSUD Sultan Suriansyah sejak Februari 2026, atau sekitar tujuh bulan terakhir. Saat peristiwa tersebut terjadi pada rentang tahun 2019 hingga 2022, dirinya masih bertugas sebagai kepala salah satu puskesmas di Kota Banjarmasin, sehingga tidak ada kaitan dengan kepemimpinannya saat ini.
«“Saya baru menjabat sejak Februari 2026. Kasus itu terjadi jauh sebelumnya, saat saya belum menjabat di sini. Jadi sangat tidak tepat jika nama saya dikait-kaitkan dengan persoalan lama tersebut,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga Banjarmasin dan Kalimantan Selatan, agar lebih bijak dan kritis dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
«“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi informasi yang merugikan pihak lain,” pesannya.
Sementara itu, salah seorang staf RSUD Sultan Suriansyah yang membenarkan klarifikasi tersebut menyatakan bahwa persoalan tersebut merupakan kasus lama yang bermula pada 2019. Dessy Emilia Saraswati sendiri telah dikeluarkan dari rumah sakit pada tahun 2022, sehingga kasus tersebut tidak memiliki kaitan sama sekali dengan kepemimpinan dr. Fajar yang baru menjabat sejak awal 2026. Staf tersebut juga menegaskan bahwa persoalan itu murni urusan pribadi antarpegawai dan tidak melibatkan dana milik rumah sakit.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak terjebak dalam penyebaran informasi yang tidak benar. RSUD Sultan Suriansyah tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Banjarmasin dan Kalimantan Selatan.
red
sg
